Senin, 27 September 2010

Fadhilah Shalat

Shalat yang kita lakukan lima kali sehari, apalagi ditambah shalat sunah sebenarnya telah memberikan banyak manfaat tidak hanya investasi akhirat tetapi juga investasi dunia yang kita rasakan sangat besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu (bersuci), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya.
Oleh karena itu sedikit dikupas fadhilah dan keutamaan shalat bagi jasmani, jiwa dan ruhani manusia



1. Jasmani
Dengan berwudhu /bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, dll. Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, dll. Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu.
Berkumur2 dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.

Ketika Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan. Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor).
Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.
Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih.
Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.

Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.

2. Jiwa
Dengan menjalankan sholat yang baik, kita akan selalu bicara benar, sesuai dengan kata hati, kenyataan dan perbuatannya. Juga bicara yang mempunyai
    Rincian tambahan
yang mempunyai nilai sopan, bagus, dan bermanfaat. Sebab lisan kita sudah dibiasakan mengucap kalimat-kalimat suci dalam menjalankan sholat.
Dalam sholat, disiplin berpikir akan menentukan arti sholat. Disiplin berpikir disebut khusyu, ialah penyerahan dan pembulatan kekuatan jiwa dan akal budi pada Allah. Membiasakan khusyu akan mudah disiplin berpikir yang lain. Khusyu sangat menentukan produktivitas pahala secara langsung, dan mudah menciptakan konsentrasi jiwa waktu belajar, tenang, tertib, dan pemusatan pikiran serta perhatian, mutlak diperlukan.
Selain itu bacaan shalat yang baik dan benar dan yang dimengerti maknanya akan membuat Jiwa (nafs) kita yang terdiri dari logika/pikiran (aql), hati/rasa (qalb) dan keinginan (hawa nafsu) menjadi seimbang. Jikalau aql dan qalb dapat mengendalikan hawa nafsu, insya Allah berbuah ahlaqul karimah.

3. Ruhani
Jika shalat tidak memberikan rasa rileks maka shalat kita tidak sempurna, meskipun secara fiqih semua syarat telah terpenuhi, shalat tidak hanya untuk memenuhi fiqih shalat yang diperoleh melalui otak kiri, tetapi juga harus memberikan efek meditasi yakni rasa rileks yang diperoleh melalui otak kanan. Akibatnya, shalat menimbulkan rasa jenuh karena hanya menggunakan logika hukum (fiqih), tidak bisa memberikan ketenangan (rasa rileks).
Ketika niat sudah diucapkan di awal shalat, kemudian di tengah shalat fikirannya melayang kemana-mana maka ini bukan niatnya yang salah tetapi shalatnya tidak khusyu’.
Oleh karena itu luruskan niat agar ikhlas kehadiratNya artinya jika seseorang berniat ketika mau shalat, sementara selama shalat fikirannya terpecah atau tidak fokus pada shalat, fikirannya melayang jauh dari aktifitas shalatnya.

Shalat yang baik harus dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan karena Allah SWT. Khusu' berarti, Inkhifaat atau merendah, Dzull bermakna merasa hina dan sukun yang berarti tenang. Inkhifaat berarti, selalu dalam keadaan merendah dalam beribadah kepada Allah yang akan melahirkan sifat Qanaah dan sifat tawaduk terhadap sesama makhluk Allah, membuat Ruhani kita semakin sehat dan bbbercahayabercahaya bercahaya (auranya memancar dengan terang)

0 komentar:

Poskan Komentar